Hijab.id

Benarkah Tangkap Tangan Edhy Prabowo Mengisyaratkan Adanya Pertarungan Politik Di Istana

26 Nov 2020  |  454x | Ditulis oleh : FreeLancer
Benarkah Tangkap Tangan Edhy Prabowo Mengisyaratkan Adanya Pertarungan Politik Di Istana

Benarkah Tangkap Tangan Edhy Prabowo Mengisyaratkan Adanya Pertarungan Politik Di Istana

Keretakan di dalam istana semakin mencuat saat salah satu menteri yang sangat denga Prabowo dan Partai Gerindra tertangkap tangan KPK.

Kejadian tangkap tangan KPK ini memang masih menyimpan banyak pertanyaan dan penasaran masyarakat terutama para pengamat politik di Indonesia.

Mungkin kutipan salah satu pemerhati politik ini yakni M. Rizal Fadillah bisa menjadi sedikit jawaban tentang kasus ini, apakah memang benar di dalam istana saat ini mulai ada pertarungan politik?

 

Berikut ini adalah kutipan salah satu pemerhati politik M. Rizal Fadillah;

Tertangkap tangan Edhy Prabowo Menteri KKP asal Gerindra cukup mengejutkan. Di tengah tekanan gerakan moral KAMI, revolusi akhlak HRS, serta beratnya kondisi ekonomi efek Covid 19. Kini masalah baru muncul, yakni menteri Kelautan dan Perikanan RI terkena OTT KPK.

Kalimat “ruwet-ruwet” Jokowi semakin menggema baik ke seantero negara maupun ruang istana. Terjepit oleh kepentingan para pencari keuntungan dari "all the president's men". Termasuk cara kerja  Menteri yang berantakan. Hilang visi dan koordinasi.

Edhy Prabowo adalah tangan kanan Prabowo dan penangkapannya cukup aneh. Apakah ini menjadi bagian dari skenario Presiden atau bukan ? Pertanyaan yang wajar mengingat KPK tak bisa lepas dari peran Dewan Pengawas yang tak lain adalah "orangnya" Presiden. Jika bukan, maka artinya ada musuh dalam selimut yang sukses menerobos istana.

Kementrian di bawah Eddy Prabowo menjadi sarang bisnis Gerindra. Sebagaimana Menteri dari parpol lain juga membawa misi kepentingan partai khususnya dalam menghimpun dana. OTT Menteri bernilai politis untuk mematikan semua jalinan bisnis ikutannya. Ini akan menjadi tekanan dan ancaman bagi Prabowo Subianto yang sudah berupaya menjadi "anak manis" bagi rezim Jokowi.

Ada keretakan Prabowo dengan Jokowi atau juga mungkin dengan Megawati yang membawa Prabowo. Tapi bukan mustahil pula ada keretakan antara Jokowi dengan Megawati yang jengkel melihat Jokowi tak kunjung mereshuffle kabinet. Megawati tak puas atas peran yang dinilainya kecil.

JK bersama Golkar sudah mulai bermain dan menyatu bersama HRS dan Anies. Golkar dukung pencabutan RUU HIP dari Prolegnas Prioritas 2021. Sementara Nasdem lebih dulu "hengkang" dengan mengelus-ngelus Anies. Sesuatu yang tabu untuk kepentingan Jokowi ke depan.

Ketika Polisi babak belur disorot sebagai alat kekuasaan, TNI begitu bagus di depan rakyat. Teori perimbangan sebagaimana dimainkan orde lama dahulu menghendaki TNI yang tidak terlalu kuat. Pelemahan menjadi keniscayaan. TNI harus dibuat babak belur pula di depan rakyat. Kasus ancaman Panglima TNI, baliho Pangdam, dan karangan bunga Makodam adalah momen untuk meruntuhkan wibawa TNI.

Kini Eddy Prabowo, istri dan petinggi KKP telah tertangkap. Entah apa peran Ngabalin yang ikut sepesawat dari Amerika tetapi kemudian dilepas. Mata-matakah ? Ada agenda apa pula di Amerika ? Menjadi sensitif dalam pertarungan global dengan kepentingan China di Indonesia. Peristiwa ini menyimpan misteri pertarungan politik di Istana.

Ada episode lanjutan yang bakal jauh lebih menarik. Pembersihan atau penggulingan kekuasaan dari dalam ? Semua mungkin saja.

 

 

Berita Terkait
Baca Juga: